Temu Kangen Kadhang Warga dan Cuci Mori: Merawat Persaudaraan, Menjaga Tradisi PSHT

    



    Pada Sabtu, 4 Juli 2026, UKM PSHT UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Temu Kangen Kadhang Warga dan Cuci Mori di MI Al-Hikmah, Polaman, Mijen. Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga selesai ini menjadi ruang untuk kembali mempertemukan para pengurus, anggota, alumni, dan kadhang warga dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul setelah sekian waktu menjalani kesibukan masing-masing, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenang berbagai cerita dan kebersamaan yang pernah dilalui bersama. Pertemuan seperti ini menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga hubungan agar tetap dekat meskipun waktu dan kesibukan membuat intensitas pertemuan tidak selalu sama.

    Dengan mengusung semangat “Guyub Rukun dalam Persaudaraan, Lestari dalam Tradisi”, Temu Kangen Kadhang Warga dan Cuci Mori membawa pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah keluarga besar UKM PSHT UIN Walisongo Semarang. Persaudaraan tidak hanya dibangun melalui latihan dan kegiatan organisasi, tetapi juga melalui pertemuan, komunikasi, dan kebersamaan yang terus dirawat. Suasana kekeluargaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut. Para kadhang warga, alumni, anggota, dan pengurus dapat saling menyapa, berbagi cerita, serta mengenang perjalanan yang pernah dilalui bersama. Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa hubungan persaudaraan tetap memiliki tempat penting meskipun setiap orang telah menjalani kesibukan dan perjalanan masing-masing.

    Selain temu kangen, kegiatan ini juga diisi dengan cuci mori, sebuah tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Cuci mori tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali berkumpul dan melestarikan tradisi yang telah menjadi bagian dari perjalanan persaudaraan. Bagi keluarga besar UKM PSHT UIN Walisongo Semarang, menjaga tradisi juga berarti menjaga nilai-nilai yang menyertainya. Tradisi menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan generasi yang berbeda, sehingga pengalaman dan kebersamaan yang telah terbangun sebelumnya tetap dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

    Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anggota yang masih aktif untuk bertemu dengan para alumni dan kadhang warga. Pertemuan lintas generasi tersebut dapat menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus mempererat hubungan antara mereka yang pernah menjadi bagian dari perjalanan UKM PSHT UIN Walisongo Semarang. Lebih dari sekadar acara berkumpul, Temu Kangen Kadhang Warga dan Cuci Mori menjadi pengingat bahwa persaudaraan membutuhkan ruang untuk terus dirawat. Ada kalanya kesibukan membuat jarak semakin terasa, tetapi sebuah pertemuan dapat kembali menghadirkan kehangatan dan mengingatkan bahwa kebersamaan masih menjadi bagian penting dalam sebuah keluarga besar.

    Melalui kegiatan ini, UKM PSHT UIN Walisongo Semarang berharap semangat persaudaraan, kerukunan, dan kecintaan terhadap tradisi dapat terus tumbuh dari generasi ke generasi. Kebersamaan yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi terus menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar UKM PSHT UIN Walisongo Semarang ke depannya. Pada akhirnya, Temu Kangen Kadhang Warga dan Cuci Mori menjadi sebuah pertemuan sederhana yang memiliki makna bagi mereka yang hadir. Dari pertemuan, lahir kembali keakraban; dari kebersamaan, persaudaraan semakin terasa; dan dari tradisi, sebuah nilai terus dijaga. Guyub rukun dalam persaudaraan, lestari dalam tradisi. Salam Persaudaraan! 🤝🪷

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT): Bukan Sekadar Fisik, Tapi Jalan Menuju Keluhuran Budi dan Nilai Tasawuf

Resmi Menjadi Warga Tingkat I PSHT, Sepuluh Anggota UKM PSHT UIN Walisongo Jalani Pengesahan Tahun 2026

Study Banding UKM PSHT UIN Walisongo Semarang ke UKM PSHT Universitas Brawijaya Malang 2025