Meningkatkan Profesionalisme Kejuaraan melalui Pelatihan SOP dan Penanganan Cedera Pencak Silat



Pencak silat merupakan olahraga sekaligus seni bela diri yang tidak hanya mengutamakan kemampuan bertanding, tapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas dan keselamatan. Untuk mendukung terciptanya kejuaraan yang lebih baik, UKM PSHT UIN Walisongo Semarang mengadakan Pelatihan SOP Kejuaraan Pencak Silat & Penanganan Cedera 2026 pada tanggal 25 Mei 2026 di Auditorium Lantai 2 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota, pengurus, serta peserta dari luar organisasi yang memiliki ketertarikan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola kejuaraan pencak silat dan penanganan cedera atlet dalam pertandingan.





Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) kejuaraan pencak silat yang disampaikan oleh Mas Dian Kristianto, S.Pd. Dalam materi tersebut dijelaskan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan kejuaraan, mulai dari persiapan panitia, pelaksanaan pertandingan, hingga tugas dan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat. Materi ini memberikan pemahaman bahwa keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh jalannya pertandingan, tetapi juga oleh kesiapan panitia dalam menerapkan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.




Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai penanganan cedera atlet yang disampaikan oleh Mas M. Faiq Rahmandinullah, S.Ftr., FTR. Materi ini sangat bermanfaat karena cedera merupakan salah satu risiko yang dapat terjadi dalam olahraga pencak silat. Peserta dikenalkan dengan berbagai jenis cedera yang sering dialami atlet serta langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dengan adanya pemahaman tersebut, diharapkan setiap peserta mampu bertindak lebih cepat dan tepat apabila menghadapi kondisi darurat saat pertandingan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menyadari pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan pencak silat. Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa seorang pesilat tidak hanya dituntut untuk kuat dan berprestasi di arena, tetapi juga harus memahami aspek keselamatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Semoga ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam setiap kejuaraan sehingga tercipta pertandingan yang aman, tertib, sportif, dan profesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT): Bukan Sekadar Fisik, Tapi Jalan Menuju Keluhuran Budi dan Nilai Tasawuf

UKM PSHT UIN Walisongo Semarang Raih Prestasi di Ajang SPOC 2025

Study Banding UKM PSHT UIN Walisongo Semarang ke UKM PSHT Universitas Brawijaya Malang 2025