PENAMPILAN KESHTER UIN WALISONGO DIAJANG KEJUARAAN KENDAL CHAMPIONSHIP 2024
DI GOR BAHUREKSO KENDAL
Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional asli nusantara yang berasal dari indonesia. Seni bela diri ini juga sudah terkenal secara luas terutama di kalangan masyarakat indonesia (Nusantara), tak hanya itu seni bela diri juga banyak diminati oleh masyarakat indonesia. Induk dari organisasi pencak silat di indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Pencak silat ini adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi. Biasanya di setiap daerahnya memiliki ciri khas masing-masing. Pada hari sabtu, 03 Februari 2024 Kesenian SH Terate dari Uin Walisongo Semarang juga ikut menampilkan Kesenian pencak silat pada Kejuaraan Kendal Championship 2024 yang diadakan di GOR Sasana Krida Bahurekso, Kendal.
dikesempatan ini untuk memeriahkan acara tersebut juga memperkenalkan adanya kesenian pencak silat. Yang terdiri dari 9 orang, bermacam-macam menampilkan gerakan pencak silat kesenian di acara tersebut yaitu diawali gerakan pembukaan SH Terate, dilanjut dengan gerakan seni tunggal, seni ganda, seni kolosal senjata, seni regu, seni kolosal regu, dan ditutup dengan gerakan jurus SH terate yang bikin penonton meriah di tengah-tengah gelanggang
Latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT): Bukan Sekadar Fisik, Tapi Jalan Menuju Keluhuran Budi dan Nilai Tasawuf
Bagi sebagian orang, latihan pencak silat sering dianggap hanya sebatas aktivitas fisik melatih kekuatan, kecepatan, dan teknik bela diri. Namun, jika dilihat lebih dalam, latihan di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas. PSHT bukan hanya membentuk tubuh yang kuat, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan kesadaran spiritual. Di sinilah latihan PSHT menjadi berbeda, karena tidak hanya menekankan aspek jasmani, tetapi juga mengandung nilai keluhuran budi yang selaras dengan ajaran tasawuf dalam Islam. Dalam proses latihan, anggota memang ditempa secara fisik melalui berbagai teknik dan latihan ketahanan. Namun, kekuatan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dibarengi dengan pengendalian diri. Seorang yang kuat dalam PSHT justru dituntut untuk mampu menahan diri, tidak mudah terpancing emosi, dan tidak menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur’an: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَ...


Komentar
Posting Komentar