UKM PSHT KOMISARIAT UIN WALISONGO SEMARANG
MERAYAKAN HUT UKM YANG KE-28
22 Oktober 2022
Usai latihan rutin tepat pukul 11.00, UKM PSHT Komisariat UIN Walisongo Semarang mengadakan beberapa
perlombaan untuk memeriahkan acara HUT UKM ke-28 di basecamp tercinta tepatnya di lapangan basket
belakang FDK, Sabtu
Pada tanggal 14 Oktober adalah tanggal yang spesial teruntuk UKM PSHT Komisariat UIN
Walisongo Semarang, karna di tanggal itulah mulai awal berdirinya UKM PSHT Komisariat UIN
Walisongo Semarang.
Dan untuk memperingati HUT UKM PSHT UIN Walisongo Semarang, UKM mengadakan sebuah
perlombaan teruntuk seluruh anggota dan seluruh jajaran pengurus. Lomba-lomba yang
diadakan terbilang unik dan cukup seru seperti Lomba balap karung, Lomba pecah air makan
kerupuk, dan masih banyak keseruan lainnya.
Selain membuat meriah acara HUT UKM PSHT Komisariat UIN Walisongo Semarang, di adakan
nya lomba-lomba itu bertujuan juga guna untuk meningkatkan rasa persaudaraan antara sesama
anggota UKM PSHT. Karena UKM PSHT itu basic utama nya adalah rasa persaudaraan yang kuat,
dan itu yang membedakan dengan perguruan-perguruan lainya.
Acara lomba di laksanakan dengan baik dan cukup meriah sekali, mengundang gelak tawa, dan
kebahagiaan yang terpancar di raut wajah para anggota UKM PSHT. Dan acara di tutup dengan
pembagian hadiah oleh para pemenang, dan langsung di lanjutkan sesi foto bersama.
Latihan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT): Bukan Sekadar Fisik, Tapi Jalan Menuju Keluhuran Budi dan Nilai Tasawuf
Bagi sebagian orang, latihan pencak silat sering dianggap hanya sebatas aktivitas fisik melatih kekuatan, kecepatan, dan teknik bela diri. Namun, jika dilihat lebih dalam, latihan di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas. PSHT bukan hanya membentuk tubuh yang kuat, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan kesadaran spiritual. Di sinilah latihan PSHT menjadi berbeda, karena tidak hanya menekankan aspek jasmani, tetapi juga mengandung nilai keluhuran budi yang selaras dengan ajaran tasawuf dalam Islam. Dalam proses latihan, anggota memang ditempa secara fisik melalui berbagai teknik dan latihan ketahanan. Namun, kekuatan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dibarengi dengan pengendalian diri. Seorang yang kuat dalam PSHT justru dituntut untuk mampu menahan diri, tidak mudah terpancing emosi, dan tidak menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur’an: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَ...

Komentar
Posting Komentar